[Nasional-f] Re: [Nasional] Mega dan Sutiyoso
Rudianto Soewondo
nasional-f@polarhome.com
Thu Aug 29 12:50:12 2002
Mengakui kesalahan adalah bagian dari intelektual seseorang.
Makinintelek semestinya makin santun tapi mengena kepada sasaran yg
dimaksud.
>From: "GMNI Jatim" <gmni_jtm@sby.globalxtreme.net>
>Reply-To: national@mail2.factsoft.de
>To: <national@mail2.factsoft.de>
>CC: "Arief Budiman" <ariefb@unimelb.edu.au>, <winters@northwestern.edu>
>Subject: Re: [Nasional] Mega dan Sutiyoso
>Date: Thu, 29 Aug 2002 08:55:15 +0700
>
>-----------------------------------------------------------------------
>Mailing List "NASIONAL"
>Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap
>eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
>-----------------------------------------------------------------------
>http://redhat.polarhome.com/mailman/listinfo/nasional-m
>-----------------------------------------------------------------------
>Merdeka!
>
>Bung Arief Budiman, susahnya kita kadang melihat "cara mempengaruhi hasil".
>polemik ini muncul kan karena pertama kali Bung Arif memakai kata
>"memuakkan" untuk mengkritisi Statement Litbang PDIP, ingat... "LITBANG",
>bukan Kwik Kian Gie pribadi...
>
>Lalu selanjutnya terjadi polemik, dan Bung Arif tetap pada pendapat "wajar
>memakai kata memuakkan", dan akhirnya terus mengkritisi pribadi Kwik. --->
>masalah konsistensi kepribadiannya dan perlawanan kepada konglomerat,
>sampai
>kepada "mana ada anjing yang tak membela tuannya".
>
>Respon datang banyak dari netter milis national, dan kemudian terkesan
>menyerang pribadi anda.
>
>saya pikir memang tidak relevan, tetapi mohon diingat, anda sendiri yang
>memulainya dengan menyerang Kwik secara pribadi. Kalaupun mau merespon
>siaran pers LITBANG PDIP tolong bandingkan dengan email respon Jeffrey
>Winters >bisa dibaca ulang di arsip milis<
><http://www.munindo.brd.de/milis/>.
>
>Saya kira kita tidak perlu malu mengakui bias diskusi ini. Kalaulah perlu
>kita pecah thread nya.
>pilihan2 thread mungkin saja seperti ini.
>1 Siaran Pers Litbang PDIP memuakkan.
>2. Kwik kian Gie memuakkan
>(yang mana yang anda pilih Bung Arief??)
>
>atau mau lagi?
>3. Megawati memuakkan.
>4. Sutiyoso memuakkan.
>5. Dukungan PDIP terhadap Sutiyoso memuakkan.
>(yang mana yang anda pilih Bung Arief?)
>
>Yang menjadi permasalahan kawan-kawan adalah "cara anda" mengkritik.
>(padahal dibandingkan dengan Jeffrey Winters, saya pikir kualitas otak anda
>tidak perlu diragukan, tetapi kenapa Jeffrey lebih
>santun?).
>
>Bung Arief, anda ini intelektual tetapi berlagak, sukanya mancing2; masalah
>Mega dukung Sutiyoso, siapa sih yang nggak heran..? Jujur saja, kita cuman
>butuh alasan yang jelas (tidak klise) dari PDIP tentang dukungan terhadap
>Sutiyoso..
>Bung Arief, kalau analisa yang pernah dibuat GMNI Jawa Timur
><http://www.mahasiswa.com/s/info/artikel.html?id=2473>
>saya pikir cukup menjelaskan posisi PDIP.
>
>Menurut saya, seharusnya intelektual se-level anda sudah waktunya berbicara
>
>
>mengenai Kontradiksi Pokok yang dihadapi negara ini. Permasalahan ini
>sebenarnya sudah sedikit di kupas di buku kecil "Teori Negara"-sampeyan.
>Bagus itu, malahan saya lihat jadi buku pegangan dasar aktivis2 mahasiswa
>memahami
>pola gerak kapitalisme, memperebutkan sumber-sumber ekonomi dunia.
>
>Kan bisa disimpulkan tuh, bagaimana Indonesia dan negara dunia ketiga,
>hampir2 tidak akan punya banyak pilihan saat ini, terutama dalam membuat
>kebijakan politik-ekonomi negara karena sudah dicengkeram kekuatan
>kapitalisme internasional. Bagaikan sopir mobil, tetapi mobil-nya remote
>control; sang sopir nggak akan pernah bisa menentukan sendiri arah mobil.
>Adakan "kita" sebagai penumpang mobil paham posisi?
>
>Bung Arief, Indonesia itu bagaikan orkestra, ada pemusiknya ada yang nyanyi
>ada dirigent-nya.... bagaikan lagu.., nada apa yang bisa kita sumbang untuk
>membuat lagu itu indah.
>"nada apa?" itu permasalahannya.
>Kadang diam itu sudah menjadi sumbangan kita, daripada teriak tetapi bikin
>lagu jadi sumbang alias fals.
>
>Semoga tetep berpikir merdeka!
>
>
>Didik Prasetiyono
>Korda GMNI Jawa Timur
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>----- Original Message -----
>From: "Arief Budiman" <ariefb@unimelb.edu.au>
>To: <national@mail2.factsoft.de>; <cari@yahoogroups.com>;
><melb-disc@yahoogroups.com>
>Sent: Wednesday, August 28, 2002 9:30 AM
>Subject: [Nasional] Mega dan Sutiyoso
>
>
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Mailing List "NASIONAL"
> > Diskusi bebas untuk semua orang yang mempunyai perhatian terhadap
> > eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> > -----------------------------------------------------------------------
> > http://redhat.polarhome.com/mailman/listinfo/nasional-m
> > -----------------------------------------------------------------------
> > Rekan2,
> > Tampaknya polemik atas reaksi saya terhadap pernyataan Kwik Kian
> > Gie/Litbang PDI-P jadi meluas ke-mana2.
> >
> > Yang jadi persoalan inti adalah karena saya kecewa bahwa orang
> > seperti KKG, yang dulu sangat galak menyatakan kebenaran tanpa
> > mempedulikan risikonya (dia pernah menutup perusahaannya karena
> > menyerang konglomerat Liem Sioe Liong di Kompas), sekarang kok
> > bersikap lunak terhadap kasus dukungan Mega kepada Sutiyoso. Yang mau
> > saya angkat sebenarnya adalah persoalan: Apakah bisa dibenarkan Mega
> > mendukung Sutiyoso untuk menjadi Gubernur lagi pada pemilihan
> > mendatang?
> >
> > Dalam reaksi yang terjadi, masalah ini sangat sedikit disinggung.
> > Yang banyak disinggung adalah masalah CARA saya melakukan kritik
> > tersebut (dianggap kasar karena menggunakan kata "memuakkan"),
> > tentang HAK saya melakukan kritik itu ( dianggap tidak patriot karena
> > tidak berada di dalam negeri), sampai kepada MOTIVASI saya melakukan
> > kritik tersebut (dalam soal kritik saya terhadap kefanatikan
> > mempertahankan negara kesatuan, saya dianggap sedang melaksanakan
> > kepentingan asing untuk menghancurkan Indonesia, antara lain dengan
> > berusaha menjatuhkan Mega), dan sebagainya. Atau saya dianggap kurang
> > serius ketika membicarakan masalah nasional karena mengatakan diri
> > saya sibuk sehingga hanya bisa menjawab pendek2 saja. (Kalau memang
> > sedang sibuk bagaimana? Tidakkah dipikirkan kenyataan bahwa saya
> > masih mau memberi komentar terhadap persoalan nasional di-tengah2
> > kesibukan saya sebagai ciri dari keseriusan saya?) Saya juga dianggap
> > plin-plan karena dulu tahun 1966 anti Bung Karno dan mendukung Orde
> > Baru, kemudian menyerang Orde Baru dan pro-Reformasi, sekarang bahkan
> > menyerang Reformasi karena menyerang Mega (yang dilupakan adalah
> > kemungkinan bahwa saya tidak mau mendukung orang, tapi sistem,seperti
> > demokrasi; sehingga kalau orang yang saya dukung sudah tidak
> > demokratis lagi, maka orang ini saya tinggalkan, tidak peduli apakah
> > dia Bung Karno atau Suharto). Bahkan ada yang mendukung saya sebagai
> > pemberontak profesional, "rebel without a cause," pokoknya berontak
> > kepada siapa saja alias anarkis.
> >
> > Bagi saya, semua ini tidak relevan untuk substansi diskusi kita untuk
> > menilai dukungan Mega terhadap Sutiyoso. Terhadap penilain orang
> > terhadap diri saya, apakah saya orang baik atau setan atau
> > pengkhianat, saya tidak berminat melayaninya. Pribadi saya terlalu
> > kecil untuk dipersoalkan, ketimbang akibat yang bisa terjadi pada
> > kasus dukungan Mega kepada Sutiyoso.
> >
> > Dulu saya pernah terlanjur melayani serangan2 terhadap diri saya ini,
> > dengan menulis tentang faktor2 yang menyebabkan saya pergi ke luar
> > negeri. Teman2 saya mengatakan: "Ngapain kamu nulis seperti itu. Kamu
> > jadi kelihatannya defensip. Apalagi itu diluar persoalan masalah Mega
> > dan Sutiyoso." Atas teguran ini saya jadi sadar akan kesalahan saya,
> > dan berniat untuk tidak mengulanginya.
> >
> > Alhasil, bagi orang2 yang telah memberikan reaksi terhadap pernyataan
> > saya, bolehkan saya bertanya apakah mereka bisa membenarkan dukungan
> > Mega kepada Sutiyoso? Kalau ya, apa alasan2nya. Kalau tidak, apa
> > alasan2nya. Itu yang ingin saya ketahui. Mungkin saya bisa belajar
> > banyak dari jawaban2 yang diberikan nanti. Kalau ini yang terjadi,
> > bukankah polemik kita bisa jadi lebih produktip.
> >
> > Saya tunggu!
> > Arief
> > -------------------------------------------------------------
> > Info & Arsip Milis Nasional: http://www.munindo.brd.de/milis/
> > Nasional Subscribers: http://mail2.factsoft.de/mailman/roster/national
> > Netetiket: http://www.munindo.brd.de/milis/netetiket.html
> > Nasional-a: http://redhat.polarhome.com/pipermail/nasional-a/
> > Nasional-f:http://redhat.polarhome.com/mailman/listinfo/nasional-f
> > ------------------Mailing List Nasional----------------------
> >
> >
>
>
>
>
>-------------------------------------------------------------
>Info & Arsip Milis Nasional: http://www.munindo.brd.de/milis/
>Nasional Subscribers: http://mail2.factsoft.de/mailman/roster/national
>Netetiket: http://www.munindo.brd.de/milis/netetiket.html
>Nasional-a: http://redhat.polarhome.com/pipermail/nasional-a/
>Nasional-f:http://redhat.polarhome.com/mailman/listinfo/nasional-f
>------------------Mailing List Nasional----------------------
_________________________________________________________________
Send and receive Hotmail on your mobile device: http://mobile.msn.com